Menanam dan Merawat Tanaman Dieffenbachia


Tanaman ini memiliki nama yang berbanding terbalik dengan efek yang ditimbulkan jika secara tidak sengaja dikonsumsi. Mulai dari keracunan hingga efek yang lebih parah yakni kematian. Yap, tanaman yang dimaksud adalah daun bahagia atau dieffenbachia. Namun, saat ini kita tidak sedang membahas zat racun yang terdapat pada getah di batangnya.

Tak bisa disanggah bahwa dieffenbachia merupakan tanaman yang cukup populer dikalangan penghobiis untuk dijadikan tanaman hias di pekarangan rumah. Bagaimana tidak, tampilan pada tanaman yang kerap disebut sebagai beras tumpah ini memiliki batang yang mirip dengan tebu, daunnya tumbuh rimbun dengan corak hijau putih yang sangat mempesona. Tak hanya itu saja, tanaman dieffenbachia juga menyumbang nuansa tropis di rumah Anda. Untuk menambah semarak, baiknya ditanam bersama-sama dalam satu wadah.

Menurut Mansyur yang memiliki lapak dikawasan Kalibata tepatnya diseberang Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta selatan, mengungkapkan kepada JITUNEWS, Rabu (9/9), meskipun kurun waktu beberapa tahun belakangan bisnis tanaman hias kurang menggeliat, ia masih mensyukuri bahwa ada beberapa tanaman hias yang masih memiliki peminat seperti dieffenbachia ini.

“Dalam sehari, normalnya saya bisa mengantongi omset sebesar Rp 300.000 sampai Rp 500.000 untuk penjualan segala jenis tanaman hias, termasuk bibit dieffenbachia,” kata Mansyur.

Tanaman dieffenbachia sendiri bukan tergolong tanaman yang susah untuk di tanam dan dirawat. Jika Anda tertarik untuk menanam tanaman ini, berikut langkah jitu yang bisa Anda ikuti. Selamat mencoba!

1. Pembibitan
Tanaman ini bisa dibibit  dengan cara di stek batang. Anda bisa memulainya dengan mengambil beberapa batang yang sehat dan kuat masing-masing berukuran sesuai untuk ditanam. Setelah itu potong batang hingga menyisakan 4-5 ruas dengan 2 hingga 3 batang mata tunas. Letakkan bibit tersebut dalam media tanam yang lembab.  Tunggulah hingga keluar akar tunas, lalu pindahkan kedalam  tempat yang sudah dipersiapkan.

2. Penanaman
Siapkan media tanam dengan campuran tanah dan pupuk kandang, dengan perbandingan 1:1. Setelah siap, tanamlah bibit yang telah tumbuh dua ruas yang telah berakar dengan media tanam. Kemudian tekan-tekan hingga padat agar bibitnya tidak mudah roboh. Setelah itu, berilah sedikit air, agar media tanamnya menjadi lembab.

3. Penyiraman
Tanaman ini terbilang sangat mudah untuk dirawat. Ketika terlihat tanaman agak mengalami kekeringan, siramlah sesekali agar kembali segar. Untuk memberi nutrisi pada tanaman, Anda bisa memberikan pupuk dengan kurun waktu minimal dua bulan sekali.

Sumber:  Menanam dan Merawat Tanaman Dieffenbachia